Jogjakarta, Selalu ada alasan untuk kesana...!!! (Part.1)

" Jika tua nanti kita telah hidup masing - masing, Ingatlah Hari ini " 
 (project-pop)




Rencana liburan ini berawal saat saya sedang kumpul bersama teman-teman ekstensi teknik industri UI, berawal dari sebuah angka merah pada kalender, kami memutuskan untuk melakukan longtrip ke kota pelajar jogjakarta. Niat ini dipermudah, karena ada salah seorang teman yang bisa membantu dalam pengurusan Akomodasi (tiket kereta) yang terkenal sangat sulit untuk didapat. Tak heran, Jokja adalah kota liburan menurut saya, dimana semua orang pasti ingin menginjakan kaki sekali lagi dan lagi ketika berkunjung ke kota ini. Andi Budiansyah, teman kami yang satu inilah pejuang tiket kami hingga bisa datang ke kota Jogja, rela mengantri & di ceramahi petugas PT. Kereta Api untuk mendapatkan tiket perjalanan dengan tema "Rombongan", ya itulah sebutan kami di kereta. 13 orang mahasiswa ekstensi Teknik Industri UI yang mencoba untuk membuang rasa penat kesibukan di tengah-tengah ibukota.

Kamis, 22 Maret 2012. Hari Keberangkatan.

Kami berkumpul di stasiun Tanah Abang, sekali lagi saya merasa beruntung karena tiket yang kami dapatkan karena banyak sekali orang hilir mudik untuk mencari selembar kertas bertuliskan nomor tempat duduk kereta api senja ekonomi Bengawan (Tn. Abang - Solo Jebres). Keadaan sore itu cukup ramai, karena liburan ini merupakan hari jum'at kejepit yang terkenal dengan "Long Weekend", hal inilah yang saya rasa menjadi pemikiran setiap orang untuk menyempatkan pulang atau berlibur ke kota yang menyajikan kebersamaan ini. Kereta kami berangkat pukul 19. 40, dengan diiringi sirene khas kereta api, kami berangkat meninggalkan Jakarta.



 Jum'at, 23 Maret 2012. Hari 1 Stasiun Lempuyangan, Taman Pintar, Mirota Batik, Alun-Alun Kraton. 

Jam menunjukan pukul 05.25, kereta Bengawan sudah sampai di stasiun Wates Jogja, tanda bahwa Lempuyangan masih 30 Menit lagi. kami bersiap dengan mengambil helai demi helai tisu basah untuk membersihkan muka, bagian ini yang paling tidak enak, keadaan kurang tidur diatas kereta membuat kami terlihat suntuk, meskipun begitu jogja masih terbayang indah di pikiran kami. Setelah setengah jam berlalu, yeah, stasiun lempuyangan... akhirnya. 


Perjalan pertama, menuju rumah fitra, Ibu negara sudah menanti didepan stasiun dengan wajah berseri-seri. Akhirnya penantian selama 2 bulan terbayar sudah.. kami emua naik taksi menuju rumah fitra di daerah jalan godean sebagai tempat menginap (sebenarnya karena kami semua memiliki budged minim XP). Sekalian saya "ngapel". Kami memutuskan untuk menyewa kendaraan mobil untuk akomodasi selama di jokja, dengan modal 100rb per orang, dapatlah 2 unit mobil Avanza dan Xenia sebagai tunggangan selama 3 hari yang di nahkodai 4 orang pilot handal Ruslan, Riki, Edo & Alif (RREA, cocok lah jadi boyband). 

Setelah melaksanakan ibadah solat jum'at, kami mengawali trip kami dengan makan siang di Loempia Boom mas budi, tempat ini sudah menjadi langganan makanan saya jika ke jogja. Dimulailah keganasan kami dalam menghabiskan makanan, bagaimana tidak, perjalanan 10 jam di kereta menguras tenaga & energi kami sehingga makanan siang ini kami anggap sebagai pelampiasan. Ditempat inipun kami mendapatkan pengakuan resmi (video pengakuan menysul yah) teman kami Edo & Nia (gak tau mana yang cowok, mana yang cewek).


Setalah puas makan, kami melanjutkan perjalan menuju alun-alun keraton jogjakarta, namun tertunda karena terlalu lama mencari tempat parkir, maklumlah, long weekend seperti ini pasti menjadi ajang jalan-jalan seluruh turis dan warga kota jogja itu sendiri dan pada akhirnya kami dapat merapatkan kendaraan di sebelah taman pintar jogjakarta. Ditempat ini kami habiskan waktu untuk sekedar melakukan foto spot dan ibadah sholat ashar. Berikut laporan foto saya dari lapangan :


Setelah puas berfoto ria di taman pintar, kami jalan lagi menuju Benten Vredeburg, namun sayang sekali objek wisata ini sudah tutup karena kami datang pukul 5 sore, sedangkan jam operasional hanya sampai jam 4 (T-T) akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke dalam Mirota Batik saja untuk melihat barang unik yang di jual disana. Setelah puas melihat barang unik, kami pergi menuju Stasiun Tugu Jogjakarta untuk menjemput Andi & Rosyid (teman kami yang terlebih dahulu pulang ke rumahnya) dan mencoba makan malam di angkringan stasiun tugu dengan menu andalan "KOPI JOSS", menurut kami yang mencoba, ternyata rasanya hampir sama dengan kopi biasa walaupun sudah ditambah dengan arang asli. Selain itu, kami mencoba makanan khas kaki lima jogja, "Nasi Kucing" sesuai dengan namanya, makanan ini memiliki porsi mini seperti makanan kucing, walaupun begitu rasa yang disajikan lumayan menutup rasa lapar perut kami.



Perut pun sudah penuh, dan kami melanjutkan perjalanan jalan-jalan ke Alun-alun selatan Keraton Jogjakarta, disini ada 2 buah pohon beringin besar yang kononnya dapat mengabulkan permohonan (haiiissshh) dengan cara memohon dalam hati kemudian berjalan diantara kedua pohon tersebut dengan mata tertutup (hweleeeehh) jika bisa, permohonan akan terkabul, namun jika tidak berhasil maka akan nabrak orang, tembok, tukang jualan bahkan mobil yang sedang parkir. Terlepas dari mitos tersebut, ada beberapa dari kami yang mencoba, dan hasilnya hanya Andi budiansyah saja yang bisa mencoba dengan sekali jalan (semoga gak ngintip ya ndi)... sedangkan Yan Alex juga berhasil setelah 2 kali muter-muter dengan mata tertutup... wakakakakakaakk,, bagian ini saya harus tertawa, Teman-teman lain nya rata-rata tidak berhasil,


Desti : Nabrak tembok pembatas pohon
Wijana : Gak jelas Arahnya
Edo : Malah ke arah sebaliknya
Alif : Malah ke arah parkiran mobil
Dika : Ke tempat becekan air
Fitra A.K.A ibu negara : Bisa sih, tapi cuman jarak pendek hwahahahahaha...
cuman segitu aja yang saya liat, gak tau si imam sama si riki.

Di alun-alun ini sayang sekali tidak ada photo yang diambil, karena phootografernya takut ah, soalnya banyak mitos kalo ambil photo disana nanti ada makhluk aneh yang ikutan photo. Jadi lebih baik langsung pulang saja.

Jam menunjukan pukul 12 malam, kami baru sampai dirumah fitra, setelah bersih bersih dan solat isya, kami langsung rebahan di ruang depan, sedangkaan para wanita tangguh tidur di kamar fitra. Sekitar 15 menit membahas perjalanan hari ini, satupersatu suara menghilang karena sudah pergi ke dunia awan diatas bantal. Dan perjalan hari ini harus ditutup dengan ngorok keras Riki Idol... ZZZZZzzzzzz.....





Kopites, That's My Blood Race...!!!




LIVERPOOL FC
since 1892
International Website

Klub ini memiliki nama besar, setidaknya saat saya mulai memuja klub ini pada tahun 2000an, saat itu umur saya masih 12 tahun, baru masuk sekolah menengah pertama. Siapa yang tidak kenal Michael Owen pada saat itu, semua teman laki-laki yang kegranjingan ama bola pasti coba atur gaya rambut gaya owen, wahahahahahaha termasuk saya. 

Pada awal suka sama liverpool saya tidak dapat mengakses info mengenai klub ini sedalam mungkin pada saat itu, maklum saja, internet masih sangat langka, karena tarif warnet saat itu cukup mahal untuk sekelas siswa smp. Pokoknya saat itu saya hanya suka sama klub sepak bola yang jerseynya warna merah dengan lambang Burung Bangau pada bagian Crest nya. Memang tampak polos, namun saya merasa terkesan atas keteguhan saya saat itu, karena cukup banyak juga teman-teman yang fans sama si Setan.



Tim ini memiliki markas yang cukup sakral bagi fans. Anfield, begitu stadion ini disebut, dengan slogan yang terpampang di lorong masuk lapangan yang akan membuat setiap pemain away bergetar hatinya "THIS IS ANFIELD". Saya tidak tahu persis kapan logo ini mulai dipasang, yang saya ketahui para pemain berusaha menyentuk logo ini dengan kedua telapak tangan saat melewati lorong keramat ini.

You'll Never Walk Alone, sebuah lagu lawas tembang dari musisi asli liverpool adalah sebuah Chant wajib yang harus diketahui oleh para Kopites diseluruh dunia. Kenapa demikian, bahkan di Logo Crest terpampang tulisan tersebut, itu menandakan betapa berartinya slogan ini bagi tim. Chant ini dinyanyikan oleh para Kopites saat pertandingan berlangsung, berharap para pemain akan mendapatkan suntikan semangat dari para fans yang memang mendukung mereka apapun yang terjadi.



Liverpool FC bukan hanya memiliki Kejayaan, namun ada beberapa bencana yang menjadi Aib bagi klub ini, salah satunya adalah Heysel, terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus di Piala Champions (saat ini Liga Champions). Peristiwa ini merupakan sejarah buram persepak bolaan Inggris pada tahun itu, karena saat itu klub-klub Inggris sedang jaya-jayanya. Karena peristiwa ini pula tim-tim dari Inggris dilarang bermain di tingkat internasional selama 5 tahun lamanya. Peristiwa ini bermula dari fans masing-masing klub yang saling mengejek dan melecehkan. Lalu tiba-tiba sekitar satu jam sebelum kick off kelompok hooligan Liverpool menerobos pembatas masuk ke wilayah tifosi Juventus. Tidak terjadi perlawanan karena yang berada di bagian tersebut bukanlah kelompok Ultras. Pendukung Juventus pun berusaha menjauh namun kemudian sebuah tragedi terjadi. Dinding pembatas di sektor tersebut roboh karena tidak kuasa menahan beban dari orang-orang yang terus beruhasa merangsek dan melompati pagar. Ratusan orang tertimpa dinding yang berjatuhan. Akibat peristiwa ini sebanyak 39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka.



Setelah sekian lama saya menggemari liverpool, barulah pada tahun 2005 saya benar-benar mencintai klub ini, bukan sekedar hanya karena Final Liga Champion, namun melihat perjuangan tim ini pada laga final benar-benar membuat saya tercengang saat itu. Malam itu, saya nonton bareng bersama seorang sepupu yang kebetulan fans Milano didepan TV 21" didalam kamar tercinta. Betapa hancurnya perasaan seorang Kopites muda yang melihat tim kesayangan nya dibantai 3-0 tanpa balas pada babak pertama, mental pengecut saya langsung keluar dan mencoba untuk tidur lebih awal, karena saya yakin tidak ada lagi harapan untuk tim ini memenangkan pertandingan. Namun takdir memang sedang bersahabat dengan Fantastic Gerrard, gol pertamanya membangkitkan kembali kedua mata saya. Dan pada akhirnya memaksa Milan untuk masuk Addtitional time dan adu pinalti. Dan pada akhirnya Liverpool lah yang memenangkan pertandingan.

Mungkin kejadian seperti Miracle Istanbul hanya terjadi 1 kali dalam 1000 tahun, namun dengan kejadian itu saya sadar bahwa sepakbola memang tidak bisa diukur dengan logika dan ramalan. Hanya ada determinasi pemain yang dapat memenangkan tim. 

Hari ini, saya menulis entri ini pada pagi ini, Tim yang saya banggakan memang kalah dari Arsenal 1-2 di kandang sendiri, bukan kecewa kerena para pemain tidak memiliki determinasi bagus malam ini, namun karena ini pertama kali Liverpool kalah tandang musim ini. cukup mengecewakan. Namun saya percaya, tim ini akan bangkit, mungkin fans harus lebih bersabar lagi untuk menunggu kejayaan yang lama terkubur. 

We Are Not "MUSIM DEPAN" FC
We Are Not "RACISM" FC
We Are Not "DRAW" FC

WE ARE LIVERPOOL FC
THE KING OF ENGLAND


                                                                                                                     Salam Hangat,

Gunung Gede, Perjalanan Vertikal 3000 Meter


Gunung Gede, Perjalanan Vertikal 3000 Meter
 "It is not the mountain we conquer, but ourselves"

February 2012, saya mencoba melakukan aktivitas yang sudah lama tidak dilakukan, "Hiking". Yaps, sekiranya ini yang bisa saya lakukan bersama ke-3 teman untuk mengisi kejenuhan , paling tidak ada udara segar yang masuk kedalam otak kami untuk memulai semester baru perkuliahan.

Kami mulai dengan rencana pendakian. Saya cukup terkesan ketika mengetahui bahwa untuk mendaki gunung gede harus melakukan pendaftaran online seminggu sebelumnya, ini berarti keselamatan para pendaki sudah diperhatikan oleh pihak pengelola karena setiap pendaki terdaftar namanya ketika memulai pendakian dan harus melapor saat sudah selesai pendakian. Untuk daftar dapat melihat kemari :


Setelah terdaftar, saya berencana melakukan beberapa pemanasan agar badan tidak terlalu kaget saat memulai pendakian, mulai dari jalan-jalan kecil sampe lari pagi, namun hanya berlangsung selama 2 hari, karena males juga ngelakuin hal tersebut, hwahahahahaha.

Edo Rinaldo & Wijana Nugraha, kedua teman saya ini terlihat cukup handal dalam pendakian, namun ternyata ini adalah pendakian mereka yang pertama (mulai pesimis), bagaimana tidak mereka sebenarnya dapat mendaki gunung gede ini 2 bulan sebelumnya, namun harus terhenti di tengah jalan dan memutuskan turun gunung lagi karena ada alasan tertentu. Untuk itu, mereka berencana untuk membalas dendam agar dapat sampai puncak Gede 2958 meter diatas permukaan laut ini.

Saya memulai perjalanan pukul 1 siang pada hari jum'at , dengan start point kios seorang teman kelas bernama Andi Budianyah di daerah depok. saya dan Edo berangkat menuju kampung rambutan dengan angkot, kemudian naik bus jurusan tasik, sedangkan teman kami Wijana, sudah terlebih dahulu berada disana karena harus melakukan registrasi ulang pendaftaran.

 (fotonya gerbang masuk saat siang hari)

Jum'at, 17 Februari, Pukul 19.25 : Mulai Mendaki.

Setelah menjalankan ibadah sholat isya, kami langsung memulai perjalanan. Diawali dengan doa, kami lalu menapaki anak tangga selangkah demi selangkah menanjaki tangga batu ditemani 3 buah cahaya dari masing-masing senter kami. setelah berjalan selama 40 menit, kami sampai di post telaga biru, karena keadaan gelap maka kami memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan saja. Kemudian, setelah berjalan beberapa lama, kami mulai menaiki jembatan yang cukup panjang melintasi rawa, sayang nya kondisi jembatan sedang dalam proses renovasi menjadi beton, sehingga kami harus berhati-hati saat melewatinya.

 (fotonya jembatan saat siang hari)

Pukul 21.00, Sampai di Pos Air Terjun : Mulai Nanjak Euy.

Kami mengambil jalur menanjak setelah ini, di selingi suara deru air terjun, meskipun kita tidak melewatinya. Nah, perjuangan sepertinya dimulai dari sini. kami mulai mendapati jalan yang sedikit menanjak dan mulai liar, karena sudah tidak ada lagi tangga batu yang kami lewati sebelumnya, sekarang hanya jalan setapak yang terlihat sering dilewati dan sedikit berbatu. Untuk mendamaikan suasana kami mencoba terus berkomunikasi untuk menghilangkan kantuk, capek dan takut, wahahahah, bagaimana tidak, kami hanya 3 orang yang belum berpengalaman, terlebih ini adalah pendakian pertama buat si jana sama si edo.

Pukul 23.00, Sampai Pos Bayangan :  Hujan Deras.

Pendakian kami di uji dengan hujan yang turun cukup deras, sehingga kami harus memakai ponco (jas hujan) untuk melindungi tubuh seluruh barang bawaan kami. Dan tidak dipungkiri, hujan ini juga memangkas semangat kami sehingga membuat perjalanan semakin berat untuk dilalui. Beruntunglah di kelompok ini memiliki wijana, seseoarang yang saya kira akan menjadi seorang motivator hebat kelak, paling tidak untuk keluarganya sendiri nanti, wahahahahahaha. Kami terus jalan hingga akhirnya mencapai pos berikutnya.

Pukul 24.10, Pos Air Panas : Indomie Ternikmat Seumur Hidup.

Setelah cukup lama jalan, kami harus berjalan hati-hati kali ini, karena kami melintasi tepian jurang yang merupakan air terjun sumber air panas, waw, betapa perasaan tiada tara kali ini, karena sedikit menguras adrenalin, dengan merambah tiap tali pegangan, dengan hati-hati. Setelah itu kami sampai di pos Air panas, yap, ditempat ini kami memutuskan untuk memasak mie, karena sudah cukup lapar, dan perjalanan masi cukup panjang. Setelah menyiapkan nesting dan kompor, kami mulai merebus indomie rebus ditemani dengan sekaleng sarden. Untuk pertama kalinya saya makan Indomie dengan rasa paling ENAK Sedunia, bagaimana tidak, keadaan perut yang lapar dan lelah membuat ekspektasi kami terhadap makanan sekelas indomie menjadi biasa saja, namun itu semua terbantahkan, karena ternyata si perut yang lapar, kedinginan, dan capek, bisa membuat indomie sama saja dengan makanan berkelas, bahkan lebih enak dibanding dengan masakan cheff Juna dari Jack Rabbit, Wkakakakakaka, (Asumsi saya lhooo). 

Pukul 02.00, Pos Kandang Badak : Bikin Tenda, Tidur.

Kami melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai di pos yang biasanya digunakan sebagai tempat istirahat oleh kalangan pendaki, yap kandang badak. Sekilas dari nama saya memikirkan ditempat ini banyak badaknya, ternyata hanya julukan saja bagi para pendaki. kami mencoba untuk membangun tenda sebagai "Nest" karena hujan masih cukup deras mengguyur, dengan sedikit berusaha, akhirnya tenda dapat berdiri waloupun dengan sedikit tambalan ponco (jas ujan) supaya dalam tenda tidak bocor. Kami kembali masak mie, karena perut harus dalam keadaan berisi ketika di tinggal tidur, setelah ritual memasak selesai kami langsung tidur untuk mengembalikan tenaga....


Jam masih pukul 07.15 yap, kami ketinggalan Sunrise, ini karena kami semua cukup merasa lelah, bagaimana tidak, ini pendakian yang cukup berat buat kami, namun ada sedikit rasa heran pagi ini, dengan dingin masih nenusuk kulit, wakakakakakakakakak, tidak disangka sangka kami terbangun setelah mendengar suara " NASI UDUUKKK...." saya pikir ini mimpi lho, tapi setelah diperjelas lagi pendengaran, memang sedikit mencengangkan, WTF, ada bapak-bapak paruh baya, dengan membawa tas menjajakan nasi uduk di depan tenda kami... wahahahah sungguh bapak yang tangguh, dan kreatif, karena mencoba membuka peluang usaha di tempat se tinggi ini.. 


Sabtu, 18 Februari, Pukul 09.00, Summit Attack : Lelah Kami Terbayarkan.

Setelah sarapan dan beres beres, kami melanjutkan perjalanan dengan tujuan utama Puncak Gede, pendakian diawali dengan semangat membara, sampai beberapa menit kemudian kami harus sering beristirahat karena jalan yang kami temukan mulai tidak manusiawi, yap terjal dan berlumut, tapi kami sadar memang inilah jalan yang mesti di tempuh untuk mendapatkan keindahaan puncak gede. Setelah jalan sekitar 1 jam, kami sampai di tempat yang banyak dibicarakan pendaki "Tanjakan Setan", yippie.. tanjakan ini memang cukup terjal dan harus teliti saan melintasi nya, untungnya pihak pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sudah menyiapkan tali kawat untuk dipegang para pendaki, meskipun demikian kami tetap harus cekatan dan berhati-hati karena ketinggian dan kecuraman lintasan ini cukup berbahaya.


Setelah melewati tanjakan setan, kami mulai merasakan perubahan jenis ekosistem tumbuhan sekitar, ini menandakan puncak sudah dekat, dengan semangat kembali penuh, kami meneruskan perjalanan hingga akhirnya sekitar 1 jam kemudian kami sampai, yah, kami sudah di puncak gunung gede,,, dengan rasa bangga kami mencoba bersyukur karena diberi kesempatan untuk melihat mahakarya sang pencipta dari tempat setinggi ini.

Berikut foto kami saat di puncak :

   
"Perjalanan ini yang pertama buat kami, Namun dalam lubuk hati kami berkata : Ini bukan yang terakhir"


Sabtu, 18 Februari, Pukul 01.00, Turun Gunung : Pulang Boooyy..!!!

Setelah puas foto-foto, kami mulai untuk turun, perjalanan turun terasa agak ringan karena disambi dengan lari kecil. tidak terasa kami dapat tiba di kandang badak lagi dengan lama waktu hanya 1 jam, setelah istirahat kami melanjutkan untuk turun lagi, perjalanan turun kami bertemu dengan para pendaki yang baru, dengan ramah mereka memberikan salam dan sapaan yang cukup hangat. Yap inilah komunitas pencinta alam, saling menghargai dan bersaudara. Kami sampai di Basecamp Ranger Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada pukul 7 malam, setelah konfirmasi, kami langsung mencari angkot dan naik bus menuju jakarta.



Salam,





Inspiring Movie >> Top Secret a.k.a Billionaire


INTERNATIONAL OFFICIAL TRAILER
"Top Secret a.k.a Billionaire"


 SCORE : 9/10

Pada awalnya saya hanya ikut untuk menonton film di blitzmegaplex dengan pacar, namun saya tidak mengira akan menonton film yang saya pikir akan menjadi inspirasi saya dalam proses membuat usaha. Terlebih film ini adalah Thai Movie, yang notabene belum banyak saya tonton. Jadi pada awalnya saya hanya berfikir akan melihat sebuah film dengan bahasa sangat asing ditelinga saya.

Film ini berjudul Top Secret A.K.A Billionaire, berkisah tentang seorang anak muda Thailand yang berjuang untuk mewujudkan misinya dan teguh dalam pendiriannya agar menjadi seorang pengusaha muda.



Ia bernama Top Ittipat ,bermula dari usaha game online dengan menjual beberapa item yang didapatkan dalam game kepada player lain hingga dapat membeli sebuah mobil, namun pada akhirnya usaha ini gagal ditambah dengan kemelut tidak diterima masuk universitas negeri keinginan orang tuanya. Untuk masuk universitas swasta, ia mulai untuk membuka usaha dengan menjadi re-seller DVD player imitasi, namun gagal karena ditipu oleh pedagang, ckckckckck hal inilah yang kemudian mengingatkan penonton bahwa bisnis berdagang harus berhati-hati terhadap kualitas. Setelah kuliah di universitas sawasta ia mencoba untuk membuka usaha kacang Chessnutt (kacang khas Thai), segala cara ia lakukan untuk bisa membuat kacang yang bercita rasa tinggi dengan melakukan survei pasar dan trial error. 

 

Film ini sungguh tidak melupakan prinsip dalam melakukan usaha, itulah yang terpenting. namun pada akhirnya usaha kacang ini pun gagal. Sampai pada akhirnya ia dapat membuka usaha makanan ringan  olahan rumput laut yang di beri nama TAO KAE NOI.


Sekilas filim ini memang seperti “another zero to hero movie” namun pendapat saya, film ini adalah sebuah film brilliant. Pertama, saya memang suka dengan Pachara Chirathivat sejak pertama kali melihatnya di SuckSeed. Bagaimana ia mampu membawa karakter yang kompleks dengan tidak membosankan dan menarik. Perannya sebagai Top benar-benar mencuri perhatian saya. Kedua, saya juga suka dengan kisah nyata jatuh bangun seseorang. Tapi, umumnya cerita seperti itu diceritakan dengan drama yang cukup berat, sedangkan The Billionaire bisa dibilang masih cukup ringan. Apalagi sesekali kita diberikan komedi yang tidak norak. Dengan karakter utamanya sendiri yang memang masih remaja, semuanya sangat relatable dengan saya. Ketiga dan terakhir, saya suka dengan semua hal pendukung yang ada di film ini. Mulai dari supporting castnya (termasuk paman Top yang tidak ada ekspresi), sinematografinya, tempo dari film ini, dan juga scoring dari film ini. Semuanya serba pas, tidak berlebihan tidak juga kurang. Meski (seperti umumnya film Thailand) berdurasi 2 jam lebih, saya sangat menikmati sekali drama yang satu ini. Bahkan saat ini saya ingin menontonnya lagi.

Tidak bisa disanggah lagi, dunia perfilman Thailand memang sedang maju-majunya. Sukses dengan film Action, Horror, Romantic-Comedy, kini The Billionaire dengan genre Drama sukses membuktikan kualitas film asal negara gajah putih ini.









Setelah menonton film ini, saya langsung mencoba cemilan Tao Kae Noi tersebut, dan rasanya Hmmm...!!!

!!!...FANTASTIC....!!!
                      






Salam Hangat,
                                                                                                             


INSINYUR HANDAL ? Yes, I Would Be...!!!

INSINYUR HANDAL ? Yes, I Would Be...!!!

Give it All Away, To have someone to come home to.

My December - Linkinpark


Sejam terakhir saya browsing bagaimana caranya menjadi Insinyur, sayang sekali gelar tersebut sudah hilang sejak 1994. 

Gantinya apa? Sarjana Teknik a.k.a ST.

Namun ada beberapa thread yang bahas kalau gelar ini akan kembali bisa di sematkan, syarat nya harus ikut serta dalam keanggotaa PII (Persatuan Insinyur Indonesia) yang kantor nya ada di kampus saya sebelumnya sendiri di Jogja sana.

Hari ini saya diminta untuk menjadi Insinyur, bahkan harus Handal. Semoga gelar ini benar benar ada lagi. Aamiin.

Salam Hangat.






ERP Review

ENTERPRISE 
RESEOURCES 
PLANNING
 

Materi ini baru saja di paparkan oleh Bapak Dachyar pada perkuliahan manajemen sistem informasi, pada dasarnya penerapan ERP pada perusahaan ditujukan untuk memudahkan sistem informasi pada perusahaan tersebut.

Dengan penerapan ERP di perusahaan, setiap kegiatan pada masing-masing divisi menjadi sinergi berkesinambungan secara "REAL TIME ", maksudnya dengan melakukan input pada divisi yang pertama menerima inquiry maka secara langsung divisi tersebut memberikan order atau pemberitahuan kepada divisi berikutnya atau yang berhubungan untuk melakukan proses selanjutnya secara sinergi sampai proses itu selesai. setelah proses selesai pun, proses tersebut masih dapat di cek (dilihat) untuk dilakukan inspeksi/audit untuk melihat proses berjalan dengan benar dan semestinya.

HOW TO SOLVE THE COMPLEX PROBLEM




Dalam sebuah perusahaan, umumnya divisi-divisi yang terhubung dalam ERP sebagai berikut :

    •          Finance/Accounting
    •          Human Resources
    •          Manufacturing
    •          Supply chain management
    •          Project Management
    •          Customer Relationship
    •          Data Services
    •         Access Control
Pada intinya ERP dibuat untuk memudahkan proses penyampaian informasi antara setiap unit dengan yang lainya secara real time, dan tercatat dalam sistem sebagai data base yang dapat dipanggil kembali suatu saat jika dibutuhkan.

Salam Hangat